Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label Biografi Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Biografi Ulama. Tampilkan semua postingan
Biografi singkat Imam Az-Zarkasyi

Biografi singkat Imam Az-Zarkasyi


KELAHIRAN

Muhammad bin Bihadir bin ‘Abdullah Badr ad-Din Abu ‘Abdillah al-Mishri az-Zarkasyi atau yang kerap disapa dengan panggilan Imam Az-Zarkasyi lahir pada tahun 745 H di Kairo Mesir.

dan beliau wafat pada tahun 794 H. Dikenal sebagai ahli Fiqih dan Ushul Fiqih dari kalangan Mazhab Syafi’i.

PENDIDIKAN

Imam Az-Zarkasyi memulai pendidikannya dengan pergi ke Aleppo untuk menuntut ilmu kepada asy-Syaikh Syihabuddin al-Adzra`i dan juga ia menuntut ilmu ke kota Damaskus untuk mempelajari hadits dengan ulama di kota tersebut. Diantara guru-gurunya adalah Syekh Jamal ad-Din al-Asnawi yang merupakan ulama besar dari kalangan mazhab Imam Syafi’i.

GURU-GURU

Imam Az-Zarkasyi belajar kepada para ulama Mesir dan Syam yang terkenal dan beliau senantiasa menyertai (mulazamah) sebagian masyaikhnya, diantara mereka adalah :

  1. Yusuf bin Ahmad (wafat tahun 761 H).
  2. Mughlathaa’iy bin Falih Al-Hanafi (wafat tahun 762 H).
  3. Ismail bin Katsir (wafat tahun 774 H).
  4. Ahmad bin Muhammad bin Jam’ah (wafat tahun 774 H).
  5. Ahmad bin Hamdan Al-Adzra’I (wafat tahun 783 H).
  6. Sirajuddin Al-Balqiniy (wafat tahun 805 H).

Dan diantara guru-guru beliau yang terkenal dan memberikan pengaruh dalam manhaj beliau dalam berilmu adalah :

  1. Jamaluddin Al-Asnawi (wafat tahun 772 H)
  2. Al-Adzra’i
  3. Burhanuddin bin Jama’ah (wafat tahun 790 H).

Dan beliau pun mengambil faidah dari manhaj atau cara Az-Zaila’I dalam sebagian penulisan buku-bukunya.

MURID

Diantara para penuntut ilmu yang mengambil ilmu dari beliau adalah :

  1. Muhammad bin Abdud Da’im bin Musa Al-Barmawi (wafat tahun 831 H)
  2. Umar bin Hujjiy As-Sa’di (wafat tahun 835 H)
  3. Hasan bin Ahmad bin Harami bin Makkiy (wafat tahun 833 H)
  4. Najmuddin bin Haji ad-Dimasyqi (Wafat pada tahun 831 H)

AQIDAH IMAM AZ-ZARKASYI

Imam Az-Zarkasyi adalah beraqidah Asy’ari, ditemui hal itu dalam beberapa kitab Imam Az-Zarkasyi seperti dalam ‘Kitab Luqathatul ‘Ijlaan’, dan ‘Makna Laa ilaa ha illallah’.

Beliau berkata yang maknanya, “Bahwa Imam Az-Zarkasyi tidak menempuh jalan sebagaimana yang ditempuh oleh Ahlussunnah dalam menetapkan perkara-perkara aqidah, bahkan ia meniti jalannya Asya’irah (Asy’ariyah) dalam pembahasan dan diskusi-diskusi masalah-masalah aqidah tersebut”. dan telah dinisbahkan kepada beliau tentang aqidahnya yang asy’ariyah itu pada halaman-halamn pertama pada kitab ‘Al-Azhiyah fi Ahkamil Ad’iyah’.

KARYA-KARYA

Berikut karya-karya beliau beserta link downloadnya :

  1. Kitab Al-Bahru al-Muhith, dalam ilmu ushul fiqih.
  2. Tasyniful Masami' Bi Jam'il Jawami' Li Tajuddin As Subki Download PDF
  3. Kitab Salasil adz-Dzhahab, dalam ilmu ushul fiqih. Download PDF
  4. Kitab Al-Burhan fi `ulum al-Qur’an. Download PDF (jilid 1 - 4)
  5. Kitab I`lanu as-Sajid bi Ahkami al-Masajid. Download PDF
  6. Kitab Al-Ijabah lima Istadrakathu `Aisyah `ala ash-Shahabah. Download PDF, Download PDF Terjemahnya
  7. Kitab At-Tadzkirah fi al-Ahadits al-Musytaharah. Download PDF
  8. Kitab Risalah fi Ma`na Kalimati at-Tauhid Laa Ilaha Illallah.
  9. Kitab Al-Qawa’id fi Furu`i asy-Syafi`iyyah.
  10. Kitab At-Tanqih bi Syarhi al-Jami` ash-Shahih, merupakan Syarh Shahih Bukhari. Download PDF
  11. Kitab Al-Azhiyah fi Ahkamil Ad’iyah. Download PDF
  12. Kitab Takhrij Al-Hadits asy-Syarh al-Kabir li ar-Rafi`i.
  13. Kitab Al-Ghurar as-Safir fima Yahtaju ilaihi al-Musafir.
  14. Kitab al-Mu'tabar fi Takhrij ahadis al-Manhaji wal Mukhtashar. Download PDF
Jika ada link yang rusak silahkan komentar dibawah ya.. terima kasih semoga bermanfaat


Mengenal Syeikh Mahfudz At-Tarmasi, Ulama Tremas yang Mendunia

Mengenal Syeikh Mahfudz At-Tarmasi, Ulama Tremas yang Mendunia

Syeikh Mahfudz At-Tarmasi

nderekngaji - Syeikh Mahfudz at-Tarmasi, atau yang lebih dikenal sebagai Syeikh Mahfudz Tremas, memiliki nama lengkap Muhammad Mahfudz bin Abdullah bin Abdul Manan bin Dipomenggolo al-Tarmasi al-Jawi. Beliau lahir di Desa Tremas, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, pada tanggal 12 Jumadil Awal 1285 H (31 Agustus 1842 M). Beliau wafat di Makkah pada malam Senin di awal bulan Rajab 1338 H, pada usia 53 tahun, dan dimakamkan di Maqbarah al-Ma’la.

Nama ‘at-Tarmasi’ menunjukkan asal kelahirannya di Desa Tremas, Pacitan. Beliau dikenal luas sebagai Syeikh Mahfudz Tremas. Berasal dari keluarga pesantren dengan tradisi keagamaan yang kuat, beliau merupakan keturunan dari pendiri Pondok Tremas Pacitan, KH Abdul Manan, yang merupakan kakeknya.

Pada tahun 1872 M/1291 H, saat berusia 6 tahun, Syeikh Mahfudz Tremas dibawa oleh ayahnya ke Makkah untuk tinggal di sana. Selama sekitar 6 tahun, kehidupan di Makkah tentu sangat memengaruhi perkembangan intelektualnya. Kehidupan pesantren yang penuh dengan suasana keilmuan juga membangkitkan minatnya dalam ilmu pengetahuan, terutama ilmu agama.

Mengamati bakat yang dimilikinya, ayahnya kemudian menitipkannya di pesantren KH Shaleh Darat (1820-1903 M) di Semarang. Pesantren ini merupakan salah satu pesantren besar dengan ratusan santri, dan beberapa tokoh ternama seperti Hadratussyeikh KH M Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, KH Moenawir Krapyak, KH Dalhar Watucongol, dan KH Asnawi Kudus pernah belajar di sana.

Di pesantren KH Shaleh Darat, Syeikh Mahfudz mempelajari berbagai kitab, seperti Tafsir Jalalain, Syarh Syarqawi ‘ala al-Hikam, Wasilah al-Thullab, dan Syarh al-Mardini li al-Falaq.

Setelah menuntut ilmu di pesantren KH Sholeh Darat, kerinduannya akan suasana religius di Makkah mendorongnya untuk kembali ke sana pada tahun 1308 H. Pengalaman religius masa kecilnya di Makkah memberinya semangat baru untuk mendalami ilmu agama.

Selama di Makkah, Syeikh Mahfudz sering mengikuti berbagai majelis ilmu untuk memperdalam pengetahuan agamanya. Di sana, beliau belajar di bawah bimbingan Muhammad Syatha al-Makki, seorang guru terkemuka pada masa itu. Bahkan, beliau dianggap sebagai bagian dari keluarga gurunya dan diberi kesempatan untuk mengajar di Masjidil Haram, sebuah kesempatan yang sangat langka pada masa itu.

Menurut Syeikh Yusin al-Fadani, Syeikh Mahfudz Tremas mendapat gelar al-Allamah (sangat alim), al-Muhaddits (ahli hadis), al-Musnid (pemegang sanad hadis), al-Faqih (ahli fiqih), dan al-Muqri’ (ahli qira’at). Beliau adalah salah satu ulama Nusantara yang menulis karyanya dalam bahasa Arab.

    Baca juga: Imam Fakhruddin Ar-Razi

Karya-Karya Syekh Mahfudz at-Tarmasi

Syekh Mahfudz Tremas telah menghasilkan berbagai karya dalam bidang ilmu keislaman, semuanya ditulis dalam bahasa Arab. Kemampuannya dalam menulis sangat luar biasa; misalnya, ia mampu menyelesaikan Kitab Manhaj Dzawi al-Nadhar dalam waktu hanya 4 bulan 14 hari. Kitab ini membahas ilmu mustalah hadis dan merupakan syarah dari karangan al-Suyuthi, memberikan penjelasan yang mendalam untuk memahami pemikiran-pemikiran al-Suyuthi. Kitab ini ditulis sepenuhnya di Makkah dan diselesaikan pada hari Jumat, 14 Rabiul Awal 1329 H.

Berikut ini adalah karya-karya Syekh Mahfudz Tremas berdasarkan disiplin keilmuan masing-masing:

Bidang Fiqih dan Ushul Fiqih

  1. Al-Siqayah al-Mardiyah fi Asma al-Kutb al-Fiqhiyyah al-Syafi’iyyah
  2. Nail al-Ma’mul bi Hasyiyah Ghayah al-Wusul fi Ilm al-Usul
  3. Al-Is’af al-Matholi bi Syarh Badr al-Lami’ Nadham Jam’ al-Jawami
  4. Hasiyah Takmilah al-Manhaj al-Qawim ila Faraid
  5. Mauhibbah Zi al-Fadl ‘Ala Syarh Muqaddimah bi al-Fadl
  6. Tahyi’at al-Fikr bi Syarh Alfiyah al-Syair

Bidang Hadis dan Ulumul Hadis

  1. Manhaj Dzawi al-Nadhar Syarh Mandhumah al-Asar
  2. Al-Khil’ah al-Fikriyyah bi Syarh al-Minhah al-Khairiyyah
  3. Al-Minhah al-Khairiyyah fi Arba’in Hadisan Min Ahadis Khair al-Bariyyah
  4. Shulashiat al-Bukhari
  5. Inayah al-Muftaqir fima Yata’allaq bi Sayyidina al-Khidr
  6. Bughyah al-Adzkiya’ fi al-Bahs ‘an Karamah al-Auliya’

Bidang Qira’at

  1. Insyirah al-Fuadi fi Qira’at al-Imam Hamzah
  2. Ta’mim al-Manafi fi Qiraat al-Imam Nafi’
  3. Tanwir al-Shadr fi Qira’at al-Imam Abi Amru
  4. Al-Badr al-Munir fi Qira’at al-Imam Ibn Katsir
  5. Al-Risalah al-Tarmasiyyah fi Asanid al-Qira’at al-Asyriyyah
  6. Ghunyah al-Thalabah bi Syarh Badr al-Lami’ Nazm Jam’ al-Jawa

Bidang Tafsir

  • Fath al-Khabir bi Syarh Miftah al-Tafsir

Bidang Sanad

  • Kifayah al-Mustafid fima ‘Ala Min al-Sanid


Imam Fakhruddin Ar-Razi

Imam Fakhruddin Ar-Razi

Mengenal Imam Fakhruddin Ar-Razi

Mengenal Imam Fakhruddin Ar-Razi

Dalam dunia ilmu tafsir, salah satu nama yang dikenal luas adalah Imam Fakhruddin Ar-Razi. Seperti halnya Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Ahmad, dan Imam Syafi’ dalam ilmu fiqih, serta Imam Al-Asy’ari dan Imam Al-Maturidi dalam ilmu aqidah, serta Imam Al-Ghazali dan Imam Junaid Al-Baghdadi dalam ilmu tasawuf, Imam Fakhruddin Ar-Razi diakui sebagai salah satu tokoh utama dalam bidang tafsir.

Karya-karya Imam Fakhruddin Ar-Razi tetap menjadi bacaan penting hingga saat ini, menandakan kedalaman pemikirannya dan ketelitian dalam penelitiannya. Ia tidak hanya terbatas pada ilmu tafsir semata, tetapi juga meluas ke berbagai cabang ilmu pengetahuan lainnya. Selain tafsir, ia juga mempelajari ilmu kalam, logika, fiqih, ushul fiqih, dan bahkan filsafat.

Salah satu karyanya yang terkenal adalah "Mafatihul Ghaib", yang sering disebut juga sebagai Tafsir Ar-Razi. Keahliannya tidak hanya dalam menafsirkan teks-teks suci, tetapi juga dalam memahami berbagai aspek syariat Islam secara menyeluruh. Ia dikenal sebagai seorang ulama multidisipliner yang mampu mendalami berbagai bidang ilmu dengan sempurna.

Imam Fakhruddin Ar-Razi tidak hanya dihormati karena produktivitasnya dalam menulis, tetapi juga karena kemampuannya dalam memahami dan mengaplikasikan pokok-pokok ajaran Islam ke dalam kehidupan sehari-hari. Semua ini menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tinggi dalam meneliti dan menyebarkan ilmu pengetahuan, serta warisan intelektual yang berharga bagi umat Islam secara luas.

Baca juga: Tafsir Fakhrurrozi

Kehidupan dan Warisan Ilmiah

Menurut penuturan Imam Abul Falah Ibnul Imad dalam karyanya yang terkenal, Syadaratudz Dzahab, tokoh yang dikenal sebagai Fakhr al-Din al-Razi memiliki nama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Umar bin Husain Al-Qursyi At-Thabaristani. Dia dilahirkan pada tahun 544 Masehi di Ray, Iran (sekarang), dan berasal dari Thabaristan, yang merupakan wilayah kuno yang saat ini berada di Iran.

Fakhr al-Din al-Razi berasal dari latar belakang keluarga yang sangat taat beragama. Ayahnya, Imam Dhiyauddin, adalah seorang ulama terkemuka pada zamannya dan terkenal sebagai khotib (penceramah) di kota Ray. Oleh karena itu, nama "Ar-Razi" melekat padanya, dengan gelar Fakhr al-Din Ar-Razi Ibnul Khatib. Ayahnya juga seorang cendekiawan yang mahir dalam berbagai cabang ilmu syariat dan merupakan murid dari Imam Abu Muhammad Al-Baghawi.

Perjalanan Intelektual Fakhruddin Ar-Razi

Awalnya, Fakhruddin Ar-Razi belajar ilmu agama dari ayahnya, Imam Dhiyauddin, yang mengajarkannya mulai dari pengetahuan dasar Al-Quran, seperti tajwid dan makharijul huruf, hingga bacaan-bacaan asing yang terdapat dalam Al-Quran (gharaib).

Dibimbing oleh ayahnya, Ar-Razi tumbuh menjadi individu yang cerdas, tangkas, dan berbakat. Ia dengan mudah menerima dan menghafal semua ilmu yang diajarkan oleh ayahnya.

Selain mempelajari ilmu Al-Quran, Ar-Razi juga belajar ilmu fiqih dari ayahnya, memahami dialektika di dalamnya, dan bahkan menguasai banyak konsep fiqih mazhab Syafi’iyah, bahkan hingga menghafalnya, sejak usia sangat muda, hingga sang ayah meninggal.

Setelah wafatnya ayahnya, Ar-Razi melanjutkan studinya dengan mempelajari ilmu kalam dan hikmah kepada Imam Al-Jaili di Maragheh, Iran, yang merupakan murid dari Hujjatul Islam Al-Ghazali. Di bawah bimbingan Imam Al-Jaili, ia berhasil menguasai kitab As-Syamil karya Imam Al-Haramain, yang membahas ilmu kalam. Proses pembelajarannya berlangsung dalam jangka waktu yang cukup panjang.

Setelah menyerap ilmu dari Imam Al-Jaili, semangat Ar-Razi untuk mencari ilmu tidak pernah padam. Ia mengunjungi ulama-ulama terkenal pada zamannya, termasuk Imam Al-Kamal As-Samnani dan lainnya.

Ar-Razi juga melakukan perjalanan untuk mempelajari ilmu di berbagai tempat, seperti kota Khwaresmia dan kota-kota besar di Khorasan. Ia tidak kenal lelah dalam mengejar ilmu agama, bahkan setelah menguasai banyak bidang ilmu, ia masih terus belajar dan mengaji kepada para ulama.

Setelah melalui perjalanan panjang dalam menuntut ilmu, Ar-Razi akhirnya menjadi seorang yang sangat mendalam pengetahuannya dan luas pemahamannya. Ia dihormati dan dihargai oleh para ulama dan masyarakat pada zamannya.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Ar-Razi diberi berbagai gelar oleh para ulama dan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah Fakhruddin (kebanggaan agama Islam), Abul Ma’ali (bapak kemuliaan), dan Khatibur Ray (ahli khutbah di kota Ray).

Wafatnya Fakhruddin Ar-Razi

Disebutkan dalam pengantar buku Ar-Risalah Al-Kamaliyah bahwa Imam Fakhruddin Ar-Razi meninggal dunia pada tahun 606 Hijriah di Herat, Afghanistan. Konon, ia meninggal dalam perselisihan pandangan dengan kelompok Al-Karamiyah terkait masalah kepercayaan (aqidah), yang bahkan mengkafirkannya. Dengan menggunakan tipu daya dan strategi licik, mereka konon meracuni Ar-Razi hingga nyawanya pun sirna, dan akhirnya ia kembali kepada Tuhannya (Ar-Risalatul Kamaliyah fil Haqaiqil Ilahiyah, halaman 8).

Demikianlah gambaran biografi dan perjalanan intelektual Imam Fakhruddin Ar-Razi, dari masa kecilnya hingga menjadi seorang ulama terkenal yang sangat produktif dalam berkarya.

Karya Fakhruddin Ar-Razi

Imam Fakhruddin Ar-Razi dikenal atas kontribusinya yang luas dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, yang karyanya tersebar luas dan menjadi bacaan yang populer di kalangan ilmuan. Karyanya tidak terbatas pada satu bidang ilmu saja, tetapi mencakup beragam cabang keilmuan, mulai dari tafsir, fiqih, ushul, filsafat, hingga kedokteran. Di antara karya-karya terkenalnya adalah:

  1. Tafsir Mafatihul Ghaib atau dikenal juga sebagai Tafsir Al-Kabir.
  2. Al-Mathalibul Aliyah minal Ilmil Ilahi.
  3. Muhasshalul Afkar al-Mutaqaddimin wal Mutaakhirin.
  4. Al-Mahsul fi ‘Ilmil Ushul.
  5. Al-Ma’alim fi Ushulil Fiqh.
  6. Lubabul Isyarat.
  7. Syarhul Isyarat wat Tanbihat.
  8. Syarhu ‘Uyunil Hikmah.
  9. Al-Mabahits al-Masyiriqiyyah fi ‘Ilmil Ilahiyyat wat Thabiyyat.
  10. Manqibus Syafi’i.

Selain karya-karya tersebut, Imam Fakhruddin Ar-Razi juga memiliki sejumlah karya lainnya yang tidak kalah pentingnya dalam pantheon karya ilmiahnya.



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia