Trading dan Investasi

ad1

Iklan Gratis

Tampilkan postingan dengan label khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khutbah. Tampilkan semua postingan
Download Materi Khutbah Jumat

Download Materi Khutbah Jumat

Shalat Jumat merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, terutama bagi kaum pria, dan merupakan salah satu kewajiban ibadah yang harus dilaksanakan. Berbeda dengan shalat lima waktu, shalat Jumat dimulai dengan dua khutbah yang disampaikan oleh khatib.

Khutbah Jumat memiliki peran penting sebagai syarat dan rukun dari shalat Jumat, sehingga setiap Muslim diwajibkan untuk mengikutinya dan tidak boleh mengabaikannya. Dalam khutbah Jumat, khatib memiliki kebebasan untuk menyampaikan berbagai materi dan pesan-pesan Islami kepada jamaah.

Dalam kesempatan ini, Nderekngaji ingin berbagi naskah khutbah Jumat, memfasilitasi para khatib untuk memilih judul yang relevan dengan situasi dan kondisi di lapangan. Harapannya, posting ini akan memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan di kalangan umat Islam, baik dalam ranah umum maupun agama. Tujuan utamanya adalah mendorong umat Islam untuk melakukan perubahan, menjadi motivator dan dinamisator dalam menerapkan ajaran Islam yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah SAW.

Semua materi khutbah Jumat yang disediakan dapat diunduh dalam format PDF, memudahkan para khatib untuk mempersiapkan dan menyampaikan khutbah dengan baik. Hal ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dan mendukung upaya para khatib dalam menyebarkan nilai-nilai Islam kepada umat.

Dengan menyebarluaskan naskah khutbah Jumat ini, Nderekngaji berharap dapat memperluas wawasan keislaman umat dan membantu mereka dalam menjalani kehidupan sejalan dengan ajaran Islam. Semoga, melalui khutbah Jumat ini, umat Islam dapat lebih memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam setiap aspek kehidupan mereka. Unduh dan sebarkanlah naskah khutbah ini agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak orang.

Baca juga : Syarat, Rukun dan Sunnah Khutbah

Berikut adalah beberapa naskah khutbah Jumat singkat dan terbaru yang telah disusun dengan lengkap, meliputi beragam materi yang dapat disampaikan oleh khatib selama berkhotbah.

Teks Khutbah Bulan Rajab

  1. Kemuliaan Bulan Rajab
  2. Keberkahan Bulan Rajab Persiapan Menuju Bulan Ramadhan

Khutbah Bulan Sya'ban

  1. Cara Allah Memuliakan Bulan Sya'ban
  2. Memantapkan Persiapan Ramadhan di Bulan Sya'ban (Unduh Pdf)
  3. Bulan Sya’ban, Momen Bersimpuh Mohon Ampunan Allah (Unduh File)

Kumpulan teks khutbah Jum'at

  1. Kemuliaan Menjadi Seorang Guru (Unduh Pdf)
  2. Jadilah Agen-agen Kebaikan dalam Kehidupan (Unduh Pdf)
  3. Toleransi, Ruh Bangsa Indonesia (Unduh Pdf)
  4. Berlomba dalam Kebaikan Sesuai Tuntunan (Unduh Pdf)
  5. Bahaya Judi dan Pinjaman Online (Unduh Pdf)
  6. Larangan Politik Uang dalam Islam (Unduh PDF)
  7. Keutamaan Menjaga Wudhu (Unduh PDF)
  8. Jelang Pemilu, Hindari Mengumbar Aib Diri dan Orang Lain (Unduh PDF)
  9. Keutamaan Sabar ketika Sakit (unduh PDF)
  10. 3 Akhlak Pemilih yang Baik dalam Islam (Unduh Pdf)
  11. Merawat Bumi dengan Menanam Pohon (Unduh Pdf)
  12. Betapa Mulianya Profesi Petani! (Unduh Pdf)
  13. Sadarilah, Islam Melarang Praktik Suap (Unduh Pdf)
  14. Khutbah Jumat: Nikmat Allah Tidak Terhingga
  15. Khutbah jum'at: Pionir Kebaikan
  16. Khutbah Jum'at : Bersatu dalam Perbedaan
  17. Khutbah Jum'at: Toleransi dan Menghargai Perbedaan
  18. Kedamaian Landasan Utama Kehidupan Manusia (Unduh PDF)
  19. Larangan Meremehkan Orang Lain (Unduh PDF)
  20. Larangan Keras Menelantarkan Anak (Unduh PDF)
  21. Derajat Manusia Sama, Iman dan Amal Saleh Pembedanya (Unduh PDF)

Khutbah Jumat berbahasa Jawa

  1. Dakwah Kanthi Tata Cara kang Wicaksana (unduh pdf)
  2. Larangan Korupsi ing Agami Islam (Unduh Pdf)
  3. Wujud Raos Syukur marang Gusti Allah (Unduh Pdf)

Khutbah berbahasa Sunda

  1. Islam Agama Nu Nanjeurkeun Kadameyan jeung Kamanusaan (Unduh Pdf)


Cara Allah Memuliakan Sya’ban

Cara Allah Memuliakan Sya’ban

Cara Allah Memuliakan Sya’ban

Khutbah ke I

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ. فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Sya'ban, secara etimologis, berasal dari kata "syi'ab" yang memiliki makna sebagai jalan di atas gunung. Konsep ini merujuk pada posisi bulan Sya’ban dalam kalender Hijriyah yang terletak di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Penempatan ini menjadi simbol persiapan menyongsong bulan Ramadhan yang dianggap sebagai bulan paling mulia dalam agama Islam.

Meskipun begitu, seringkali bulan Sya’ban kurang mendapat perhatian yang cukup dibandingkan dengan bulan-bulan sekitarnya. Rajab dikenal dengan berbagai keutamaan, terutama terkait dengan puasa dan amalan-amalan lainnya, serta mengenang peristiwa penting dalam sejarah Islam seperti Isra’ Mi’raj. Sementara Ramadhan, menjadi momen di mana umat Islam berlomba-lomba dalam kebaikan, mencari pahala dan ampunan dari Allah.

Namun demikian, kekurangperhatian terhadap bulan Sya’ban bukanlah menunjukkan ketiadaan keutamaan. Nabi Muhammad sendiri pernah menyebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud dan Nasai bahwa bulan Sya’ban adalah bulan yang sering dilupakan oleh umat manusia. Hal ini bukan karena bulan tersebut tidak memiliki nilai keutamaan, melainkan lebih karena kurangnya kesadaran akan kemuliaannya, terutama di kalangan orang-orang awam atau mereka yang belum mendekatkan diri secara ruhani kepada Allah.

Meskipun begitu, bagi para salafus shalih, bulan Sya’ban tetap menjadi fokus perhatian. Mereka mengisi bulan ini dengan berbagai kegiatan ibadah, khususnya pada malam nisfu Sya’ban atau pertengahan bulan Sya’ban. Hal ini menunjukkan bahwa bulan Sya’ban tetap memiliki nilai keutamaan yang harus diapresiasi dan dimanfaatkan secara optimal dalam meningkatkan ibadah dan ketaqwaan kepada Allah.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Bukti keutamaan bulan Sya'ban dapat ditemukan dalam beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi di dalamnya. Peristiwa-peristiwa ini tidak hanya merupakan fakta historis semata, tetapi juga menandakan perhatian khusus Allah terhadap bulan tersebut.

Salah satunya adalah penurunan ayat perintah bershalawat kepada Nabi Muhammad, sebagaimana tercantum dalam Surat al-Ahzab ayat 56.

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya, “Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”

Mayoritas ulama, terutama mufassir, sepakat bahwa ayat ini diturunkan pada bulan Sya'ban. Secara etimologis, "shalawat" berasal dari kata "shalât" yang berarti doa. Ayat tersebut mencakup tiga jenis shalawat: yang disampaikan oleh Allah, malaikat, dan umat Rasulullah.

Penafsiran Ibnu Katsir, mengutip Imam Bukhari, menjelaskan bahwa "Allah bershalawat" berarti Dia memuji Nabi, "Malaikat bershalawat" menunjukkan mereka sedang berdoa, sementara "manusia bershalawat" mengandung makna mengharap berkah. Ayat ini menegaskan kedudukan tinggi Rasulullah, dengan kemuliaan dan rahmat yang diberikan langsung oleh Allah, partisipasi malaikat dalam doa, dan perintah kepada seluruh kaum beriman untuk bershalawat kepadanya.

Oleh karena itu, tak heran jika Syekh Abdul Qadir al-Jailani menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak shalawat di bulan Sya'ban. Ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, di samping upaya membersihkan diri dan bertaubat dari kesalahan-kesalahan masa lalu.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Kedua, Bulan Sya’ban memegang peran penting dalam kesejarahan Islam, terutama terkait dengan kewajiban berpuasa dan peristiwa penting lainnya. Menurut Imam Abu Zakariya an-Nawawi dalam al-Majmu‘ Syarah Muhadzab, bulan Sya’ban merupakan diturunkannya kewajiban berpuasa bagi umat Islam. Rasulullah sendiri mempraktikkan puasa Ramadhan selama sembilan tahun, dimulai dari tahun kedua Hijriah setelah kewajiban tersebut diturunkan pada bulan Sya'ban.

Puasa memiliki makna mendalam dalam Islam, sebagai bentuk pengendalian diri dari godaan duniawi. Dengan berpuasa, manusia diajarkan untuk menahan diri dari hal-hal yang halal seperti makan, minum, dan hubungan suami-istri, sebagai bentuk penghormatan pada kenikmatan Akhirat yang lebih penting dari kenikmatan dunia.

Bulan Ramadhan dianggap sebagai bulan paling mulia di antara bulan-bulan lainnya. Hal ini menandakan pentingnya bulan Sya’ban sebagai persiapan untuk menyambut bulan suci Ramadhan, di mana pahala amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah.

Ketiga, bulan Sya’ban juga memiliki sejarah penting terkait dengan perubahan kiblat umat Islam. Sebelumnya, kiblat umat Islam adalah Masjidil Aqsha, namun kemudian berubah menjadi Ka’bah. Peristiwa ini tercatat dalam ayat 144 Surat al-Baqarah:

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

Artinya: “Sungguh Kami melihat wajahmu kerap menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram.”

Perubahan kiblat ini menegaskan simbol tauhid, di mana umat Islam menghadap pada satu tujuan yang sama. Hal ini juga menggambarkan bahwa Allah tidak terikat oleh waktu dan tempat, sebagaimana ditunjukkan dengan perubahan kiblat yang tidak mutlak dalam satu arah saja.

Semoga kita semua dapat menghargai bulan Sya’ban dengan meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah melalui kontemplasi, dzikir, dan amal kebaikan, sebagai bentuk penghormatan pada bulan mulia ini.

Khutbah Ke II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.


Khutbah Jum'at: Keberkahan Bulan Rajab Persiapan Menuju Bulan Ramadhan

Khutbah Jum'at: Keberkahan Bulan Rajab Persiapan Menuju Bulan Ramadhan

Rojab

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي خَصَّ شُهُوْرَ السَّنَةِ بِالْفَضَائِلِ وَجَعَلَ بَعْضَهَا أَفْضَلَ مِنْ بَعْضٍ، وَنَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِى اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَإِنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْقَدِيْرِ الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:  يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ . وقَالَ: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Hadirin sholat juma'at yang di rahmati oleh Allah swt

Tidak bosan-bosannya marilah kita tingkat kan iman ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan cara menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab tidak ada bekal yang lebih baik yang akan kita haturkan kepada Allah swt.

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam dari segala nikmat-nikmat dan segala tambahan barokah kebaikannya sehingga kita diberikan kesehatan untuk selalu bertasbih, memuji, bersujud, di masjid yang mulia yang insyaAllah penuh barokah ini, sehingga kita tetap di berikan keimanan bahwa Allah sebagai Tuhannya, dan nabi Muhammad sebagai utusannya. Salah satu bukti keimanan kita, yakni kita syukur alhamdulillah sholat jum'at di masjid yang mulia ini  

Shalawat berlantunkan salam semoga tercurah kepada suri tauladan bagi ummatnya dan semua makhluk semesta alam yakni yang bukan lagi Nabi Besar Muhammad saw, beserta keluarganya, dan para sahabatnya yang mulia.

Hadirin yang dirahmati Allah,

Hari ini, kita berkumpul dalam rasa syukur kepada Allah untuk menyambut bulan Rajab, salah satu bulan yang penuh keberkahan. Bulan yang menjadi tahap persiapan bagi kita menuju bulan Ramadan, bulan penuh ampunan dan rahmat. Marilah kita manfaatkan momen ini dengan meningkatkan ibadah dan introspeksi diri.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS At-Taubah: 36)

Ayat di atas menyiratkan keutamaan empat bulan dibandingkan dengan bulan-bulan lain dalam setahun. Meskipun Allah adalah pencipta seluruh bulan, ada penekanan bahwa beberapa bulan memiliki keutamaan yang lebih tinggi daripada yang lain.

Keutamaan ini dapat dibandingkan dengan konsep waktu lainnya dalam agama, seperti hari-hari dalam seminggu di mana Jumat dianggap sebagai hari yang paling mulia. Begitu pula, bulan-bulan tertentu dalam setahun, seperti Ramadhan, dianggap lebih mulia karena kewajiban berpuasa.

Dalam pandangan agama, ada perbedaan tingkat keutamaan di antara waktu-waktu tertentu. Sebagai contoh, hari Arafah dianggap lebih mulia daripada hari-hari lainnya, malam Lailatul Qadar lebih istimewa, dan Nabi Muhammad dianggap sebagai makhluk yang paling utama.

Maka, meskipun Allah menciptakan semua bulan, keutamaan bulan Rajab dan tiga bulan lainnya ditekankan sebagai tindakan kehendak Allah. Selama bulan-bulan ini, perang dilarang, senjata tidak diangkat, dan keamanan harus dijaga. Sanksi lebih berat diberlakukan bagi pelanggaran, menunjukkan tingkat keutamaan yang diberikan Allah pada bulan-bulan tersebut.

Al-Imam Fakhruddin Ar-Razi menjelaskan bahwa dosa yang dilakukan selama bulan-bulan ini akan mendapatkan hukuman yang lebih berat, sementara pahala untuk ketaatan akan dilipat gandakan.

Penting untuk memanfaatkan bulan Rajab sebagai momen untuk membersihkan diri dari maksiat. Menghentikan perilaku negatif seperti caci maki, menyebarkan kabar bohong, dan menggosip. Dengan menyadari bahwa dosa-dosa pada bulan ini memiliki konsekuensi yang lebih serius, kita diingatkan untuk meningkatkan kesadaran diri dan meninggalkan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Dengan menyadari bahwa bulan Ramadhan yang suci akan segera tiba, kita diingatkan untuk fokus pada persiapan spiritual dan meningkatkan kualitas diri. Akhirat yang abadi harus menjadi tujuan utama, dan partisipasi dalam proses demokrasi hendaknya tidak menghalangi kita untuk menjaga akhlak dan moralitas dalam menyambut bulan suci tersebut.

Allah swt berfirman :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, berpuasalah kamu sebagaimana orang-orang sebelum kamu berpuasa, agar kamu bertakwa." (QS. Al-Baqarah: 183)

Bulan Rajab menjadi kesempatan bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan meningkatkan ibadah, termasuk puasa sunnah, shalat malam, dan bermacam-macam amalan kebaikan. Dengan beribadah, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada-Nya tetapi juga membentuk kebiasaan baik yang dapat kita lanjutkan di bulan-bulan berikutnya.

مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ أَشْهُرِ اللّٰهِ الْحُرُمِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا 

Artinya: Barang siapa yang berpuasa satu hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari.

Ali bin Abi Thalib ra. pernah berkata:

Artinya: "Perbaikilah bulan-bulan yang hilang dengan amal kebaikan, karena sesungguhnya bulan-bulan itu adalah tempat berlalunya amal perbuatan." (Ibn Rajab)

Mari kita periksa diri kita, evaluasi tindakan kita, dan berkomitmen untuk menjadi versi yang lebih baik dari diri kita sendiri. Perbaiki hubungan kita dengan Allah dan dengan sesama. Perbaiki sikap, niat, dan amal perbuatan kita. Karna sebaik baiknya nikmat adalah kenikmatan ketika beribada kepada Allah swt.

Bulan Rajab juga menjadi waktu yang strategis untuk bersiap-siap menyambut bulan Ramadan. Rasulullah SAW bersabda:"Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulan Rasulullah, dan Ramadan adalah bulan umat ini." 

Mari persiapkan hati, jiwa, dan fisik kita untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh semangat dan kesiapan. Perbanyaklah doa, bertaubatlah, dan tingkatkan ibadah kita.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَجَعَلَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاِت وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. إِنَّهُ هُوَ البَرُّ التَّوَّابُ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ. أعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيْم، بسم الله الرحمن الرحيم، وَالْعَصْرِ (١) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (٢) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (٣) ـ وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرّاحِمِيْنَ

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Terkait: Download Materi Khutbah Jumat


Khutbah Jum'at: Kemuliaan Bulan Rajab

Khutbah Jum'at: Kemuliaan Bulan Rajab

Rajab

Khutbah I

الحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. 

اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ. أمَّا بعْدُ، فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِفَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Sidang Shalat Jum'at Hafidzakumullah

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita begitu banyak nikmat diantaranya yakni nikmat iman, islam, dan kesehatan sehingga kita bisa melaksanakan ibadah sholat Jum'at pada hari ini dengan khusyu'. Tak terasa waktu begitu cepat berlalu sehingga kita bisa merasakan bulan Rajab yang kesekian kalinya dalam hidup yang kita jalani ini. Bulan yang sangat mulia sehingga dikatakan bahwa bulan Rajab adalah bulannya Allah SWT kemudian bulan Sya'ban adalah bulannya Nabi Muhammad SAW dan bulan Ramadan adalah bulannya ummat Nabi Muhammad SAW, juga dikatakan bahwa bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan Sya’ban untuk menyiram, dan bulan Ramadhan untuk memanen.

Sidang Shalat Jum'at Hafidzakumullah

Bulan rajab adalah bulan istimewa, dan telah dijelaskan dalam kitab I'anatut Tholibin bahwa kata Rajab itu bermakna tarjib yang berarti mengagungkan atau memuliakan. Masyarakat Arab zaman dahulu memuliakan Rajab melebihi bulan lainnya. Rajab biasa juga disebut “Al-Ashabb” (الأصب) yang berarti “yang mengucur” atau menetes”. Dijuluki demikian karena derasnya tetesan kebaikan pada bulan ini.

Kemudian bulan rajab itu termasuk bulan haram atau bulan-bulan yang mulia sebagaimana firman Allah SWT dalam Qur'an surat at-Taubah ayat 36 

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ 

Artinya:

"Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya ada empat bulan haram." (QS. At-Taubah:36)

Yang dimaksud empat bulan haram disini adalah bulan Dzulqo'dah, Dzulhijjah, Muharrom, dan Rajab. Empat bulan ini disebut dengan asyhurul hurum atau bulan bulan mulia karena pada bulan-bulan tersebut ummat Islam dilarang mengadakan peperangan.

Baca juga : 4 Hadits tentang Puasa Bulan Rajab

Sidang Shalat Jum'at Hafidzakumullah

Keutamaan bulan rajab ini adalah adanya peristiwa Isro Mi'raj nabi Muhammad Saw yang mana pada peristiwa itulah Rasulullah Saw mendapatkan hadiah paling agung dan mulia yakni hadiah sholat yang pada awalnya berjumlah 50 waktu dalam sehari semalam dan akhirnya menjadi 5 waktu sebagaimana yang setiap hari kita lakukan. 

Kemudian di bulan yang mulia ini kita dianjurkan untuk membaca doa

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ.

Mungkin cukup sekian khutbah singkat yang bisa saya sampaikan sebelum saya tutup marilah kita memanfaatkan waktu sebaik mungkin terlebih dalam bulan Rajab yang penuh berkah ini kita harus senantiasa memperbaiki amal ibadah kita sehingga kita bisa semakin mendekat kepada Allah SWT.

Khutbah II


الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ  ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ.

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ   أَمَّا بَعْدُ  فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

 فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.

اللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. 

وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ   عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَ كَّرُوْنَ، وَاذْ كُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْ كُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِ كْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Materi lainnya: Download Materi Khutbah Jumat


Khutbah Jum'at: Toleransi dan Menghargai Perbedaan

Khutbah Jum'at: Toleransi dan Menghargai Perbedaan

Toleransi dan Menghargai Perbedaan

Khutbah I

الحمد لله الذي هدانا لاتباع الملة ‌الحنيفية ‌السمحة الزهراء، وأرشدنا لاقتفاء أوامرها المنيفة الغراء

أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَوْئِلُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ جَاءَ بِهِ الرَّسَائِلُ .اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن اَمَّا بَعْدُ

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam, yang dengan kasih sayang-Nya kita dapat berkumpul di masjid ini dalam keadaan sehat walafiat. Shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, utusan Allah yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Hadirin Jamaah jumat yang dirahmati Allah Swt,

Hari ini, mari kita berhenti sejenak dari rutinitas dunia yang begitu dinamis, untuk merenung bersama-sama. Renungan ini bukan hanya sebatas pandangan mata, tetapi juga renungan hati dan jiwa kita, tentang sebuah tema yang sangat fundamental dalam ajaran Islam: Toleransi dan Menghargai Perbedaan.

Allah SWT menciptakan kita dalam berbagai bentuk, warna, bahasa, dan suku bangsa. Ini bukanlah kebetulan, melainkan kebijaksanaan-Nya yang maha esa. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Hujurat ayat 13 yang berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Artinya : Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Dalam ayat ini, Allah mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan kita tidak boleh menghalangi untuk saling mengenal dan bertakwa kepada-Nya. Tak hanya khusus kepada sesama muslim saja namun semua ummat manusia juga mempunya hak untuk saling mengenal dan dikenal. Inilah dasar dari toleransi dalam Islam.

Rasulullah SAW juga memberikan teladan yang luar biasa dalam hal ini. Beliau menjalin persaudaraan di antara para sahabat yang berasal dari berbagai suku dan latar belakang. Dalam Perjanjian Madinah, beliau menetapkan dasar-dasar kehidupan bersama antara Muslim dan non-Muslim dengan penuh toleransi dan menghargai perbedaan.

Rosulullah pernah ditanya oleh sahabat bahwa agama yang dicintai oleh Allah adalah agama yang lurus dan toleran, pernyataan tersebut termaktub dalam hadis yang diriwatakan oleh Imam Bukhori, berbunyi:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ اْلأَدْيَانِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ الْحَنِيفِيَّةُ السَّمْحَةُ

Artinya: Dari Ibnu Abbas, ia berkata: ditanyakan kepada Rasulullah SAW: Agama manakah yang paling dicintai oleh Allah? Maka beliau bersabda: Al-Hanifiyyah As-Samhah (yang lurus lagi toleran). (HR Bukhari)

Hadirin jamaah jumat yang dirahmati Allah Swt,

Ibn Hajr al-Asqolani dalam kitabnya Fathul Bari mengartikan makna kata al-Hanifiyah as-Samhah dengan kata as-Sahlah yang bermakna kemudahan.

Dijelaskan juga lebih detail oleh Sayyid Abu Bakar Utsman bin Muhammad Syatho dalam kitabnya Ianatu Tholibin bahwa yang dimaksud al-Hanifiyah adalalah berpegang teguh pada jalan yang lururs sedangkan as-Samhah adalah kemudahan

Penjelasan tersebut memberikan pengajaran kepada kita semua bahwa Islam merupakan agama yang yang memiliki prinsip keteguhan dan kemudahan.

Jika kita analogikan dengan makna as-Samhah dalam hadis yang bermakna toleran, artinya islam merupakan agama yang mudah menerima perbedaan, bahkan dalam islam perbedaan bukanlah suatu hal yang tabu, akan tetapi perbedaan lah yang menjadikan agama Islam penuh Rahmat.

Hadirin jamaah jumat yang dirahmati Allah Swt,

Mengapa tema toleransi dan menghargai perbedaan menjadi sangat penting dalam kehidupan kita? Kita hidup di dunia yang penuh dengan keragaman, baik dalam agama, budaya, suku, maupun pandangan hidup. Dan dalam keragaman itulah, ujian bagi kita untuk menjaga keharmonisan dan persatuan.

Toleransi bukanlah hanya sekadar sikap pasif menerima perbedaan, tetapi juga sikap aktif untuk saling memahami dan menghormati satu sama lain. Ini mencakup menghargai kebebasan berpendapat, beragama, serta menjunjung tinggi hak-hak asasi setiap individu.

Mari kita renungi, sejauh mana kita telah menjalankan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari kita. Apakah kita telah bersikap terbuka terhadap perbedaan? Apakah kita telah memberikan tempat yang layak untuk setiap individu, tanpa memandang suku, warna kulit, atau latar belakang agama

Hadirin jamaah jumat yang dirahmati Allah Swt,

Dalam rangka menciptakan masyarakat yang penuh toleransi, kita dapat mulai dengan meresapi pesan-pesan Islam yang menekankan pentingnya menghargai perbedaan. Mari bersama-sama memperkaya diri dengan pengetahuan, mendengarkan dengan hati yang terbuka, dan menjalin hubungan yang harmonis dengan sesama umat manusia.

Semoga Allah memberikan hidayah dan kekuatan kepada kita untuk menjadi umat yang toleran, menghargai perbedaan, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ، وَبِفَضْلِهِ تَتَنَزَّلُ الْخَيْرَاتُ وَالْبَرَكَاتُ، وَبِتَوْفِيْقِهِ تَتَحَقَّقُ الْمَقَاصِدُ وَالْغَايَاتُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ

اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

أعُوْذُ بِالله مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم. بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم. إنَّ اللهَ وملائكتَهُ يصلُّونَ على النبِيِّ يَا أيُّهَا الذينَ ءامَنوا صَلُّوا عليهِ وسَلّموا تَسْليمًا

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ. رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.

عِبَادَ اللّٰهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَائِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ

Oleh Fikri Alfadani Ketua LBM Al-Khoirot

Untuk mengakses teks materi khutbah lainnya silahkan klik disini

Baca juga : Bersatu dalam Perbedaan


Khutbah Jum'at : Bersatu dalam Perbedaan

Khutbah Jum'at : Bersatu dalam Perbedaan

Khutbah Jum'at : Bersatu dalam Perbedaan

Bersatu dalam Perbedaan

Khutbah I

إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْـدُ.

فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

قَالَ اللهُ تَعَالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يٰاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يٰاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

وَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ

Saudara-saudara kaum muslimin jamaah jum’at yang dimuliakan Allah SWT

Segala puji milik Allah SWT yang telah menciptakan kita berbangsa-bangsa, bersuku-suku, dan beragam budaya hingga bahasa. Shalawat dan salam kita sanjungkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya, serta kita semua sebagai ummatnya.

Di hari yang penuh berkah ini, khatib mengajak jamaah sekalian, juga terhadap khatib sendiri agar dapat menumbuhkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan menjahui segala macam larangan-Nya, dan melaksanakan perintah-Nya.

Pada khutbah kali ini khatib akan menyampaikan khutbah dengan tema “Bersatu dalam perbedaan”. Perbedaan bukanlah keniscayaan yang harus diterima oleh ummat manusia, melainkan salah satu anugerah yang diberikan Allah SWT kepada Makhluk-Nya. Perbedaan bukanlah masalah apalagi bencana, perbedaan harus kita maknai sebagai anugerah terindah yang dikaruniai Allah SWT kepada manusia. Betapa tidak, Allah SWT telah menjelaskan dalam firman-Nya:

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Artinya: “Hai Manusia, kami telah ciptakan engkau sekalian, dari laki-laki dan perempuan, serta kami jadikan engkau berbangsa-bangsa dan bersuku-suku untuk saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulai di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa.” (QS. Al-Hujuraat [49]: 13)

Dalam ayat tersebut bisa dipahami bahwa perbedaan hadir dalam ummat manusia untuk tujuan mulia yaitu agar manusia bisa saling mengenal dan belajar memahami karakteristik masing-masing sehingga dapat terbangun kehidupan yang berwarna serta kehidupan yang harmonis. Bukan untuk mengedepankan ego masing-masing dan mempertentangkan perbedaan yang ada, melainkan agar manusia saling mengenal sehingga dapat memahami esensi kemanusiaan.

Saudara-saudara kaum muslimin jamaah jum’at yang dimuliakan Allah SWT

Jangan jadikan perbedaan sebagai penghalang terwujudnya persaudaraan dan persatuan. Perbedaan hendaknya dijadikan kekuatan untuk menggalang persatuan dan kesatuan. Sebagaimana bangsa kita dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tetapi tetap satu jua). Ini menjadi bukti bahwa bangsa kita adalah bangsa yang menempatkan semagat kemanusiaan dan kesatuan sebagai implementasi dari Al-Qur'an yang telah disebutkan di atas.

Jangan buat diri kita menjadi mudah untuk mudah diadu domba karena berbeda pandangan atau berbeda pilihan. Apalagi sampai menebarkan ujaran kebencian atau mencaci maki saudara muslim kita bahkan kepada orang yang berbeda keyakinan dengan kita. Jangan jadikan perbedaan menjadi penghalang untuk kita berbuat baik dan membantu satu sama lain.

Marilah kita menjaga keharmonisan, kita langgengkan dan kita sebarkan seluas-luasnya sehingga kita dapat mencegah potensi konflik, apalagi konflik yang mengatasnamakan agama. Marilah kita jadikan perbedaan sebagai anugerah, bukan musibah yang nestapa. Saling tolong-menolong dan gotong royong memperkuat persaudaraan sebagai sesama bangsa. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai perbedaan.

Beragama itu harus memberikan kelapangan, perkawanan, dan kebahagiaan hidup, bukan kesempitan, permusuhan dan kesengsaraan hidup. Berdakwah itu mengajak bukan mengejek, berislam itu bersikap ramah, bukan bersikap marah. Semoga Allah melindungi bangsa kita, umat Islam, dan keluarga kita semua. Sehingga kita semua menjadi orang yang bahagia di dunia dan di akhirat kelak. Amin.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ الْآيَاتِ وَالذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَاسْتَغْفِرُوا اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلّٰهِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، أَمَّا بَعْدُ.

فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ .اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلَاءَ وَاْلوَبَاءَ والقُرُوْنَ وَالزَّلَازِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، رَبَّنَا اٰتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Oleh Junaidi santri Ma'had Aly Pondok Pesantren Al-Khoirot

Untuk mengakses teks materi khutbah lainnya silahkan klik disini

Baca juga : Khutbah Jumat Pionir Kebaikan


Khutbah Jumat : Pionir Kebaikan

Khutbah Jumat : Pionir Kebaikan

Khutbah I

الحَمْدُ لِلّه, الحمد لله الذي أَمَرَعِبَادَهُ بِفِعْلِ الخَيْرَات، وحَثَّهُم عَلَى المُسَارَعَةِ إِلى الطَّاعَات،

أشَهَدُ أن لا إلهَ إلّا اللهُ وأشَهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ, شَهَادَةً يَفُوْزُشَاهِدُها في يوم مشهود

ثم الصلاة و السلام على سيدنا محمد صاحب المقام المحمود و على آله و صحبه ذوي الكرم والجود ومن تبعهم بإحسان الى اليوم الخلود. أما بعد 

فَيَاأَيُّهَا الحاضرون, اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ,

﴿ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴾

Hadirin shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Syukur alhamdulillah, pada momen istimewa ini, kita senantiasa mendapat limpahan rahmat, nikmat dan karunia-Nya. Sehingga kita bisa berkumpul dan melaksanakan rangkaian ibadah shalat Jumat di masjid yang indah ini.

Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang menginspirasi kita untuk selalu berperilaku baik dan berbuat kebaikan.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah swt,

Allah SWT memiliki sifat adil terhadap setiap hamba-Nya, tidak ada seorang pun yang diperlakukan dengan zalim oleh-Nya. Salah satu keadilan-Nya adalah memberi ganjaran setiap tindakan manusia dan memberi balasan sesuai dengan perbuatan yang mereka lakukan. Allah menyatakan prinsip ini dalam banyak ayat-Nya, di antaranya:

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِمَّا عَمِلُوا وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

“Dan masing-masing orang memperoleh derajat-derajat (sesuai) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.” (QS Al-An’am: 132)

Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa pada Hari Kiamat, jin dan manusia akan mendapatkan ganjaran sejalan dengan perbuatan mereka. Mereka yang taat akan ditempatkan di surga, sementara yang melanggar akan mengalami siksaan di neraka. Ayat ini juga menyebutkan bahwa pahala yang Allah sediakan memiliki tingkatan-tingkatan yang sejalan dengan amal kabaikan yang dilakukan.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah

Islam mendorong ummatnya untuk senantiasa terlibat dan merasa senang dalam melakukan kebaikan. Tidak hanya pelaku kebaikan, Islam juga menegaskan bahwa orang yang menunjukkan kepada kebaikan akan memperoleh pahala yang sebanding dengan pelaku kebaikan. Seperti yang tertera pada hadist

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ, مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا (رواه مسلم)

“Diriwayatkan dari Abi Hurairah, Rasulullah Saw. bersabda: Barang siapa mengajak kepada amal baik maka dia mendapatkan pahala sama seperti pahala orang yang mengikutinya. Tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang melakukannya. Sedang orang yang mengajak pada kesesatan, maka mendapatkan dosa sesuai dengan dosa orang yang mengikutinya. Tanpa sedikitpun mengurangi dosa orang yang melakukannya.” (HR Muslim).

Menurut sayyid Muhammad al-Maliki penggunaan isim nakiroh pada lafad “هُدًى” bermakna segala petunjuk kebaikan, baik kebaikan duniawi maupun ukhrowi, baik dengan lisan maupun perbuatan, semuanya akan mendapat balasan yang sebanding.

Disisi lain hadist ini menjadi landasan bahwa seorang ahli ilmu memiliki kedudukan yang tinggi. Sebab, selama ada orang yang mengikuti ajakan dan ajaran ahli ilmu, pahalanya senantiasa mengalir sampai hari kiamat.

Oleh karenanya mari kita senantiasa berbuat baik serta selalu meningkatkan perbuatan baik yang telah kita lakukan.

Demikian khutbah singkat ini kami sampaikan. Semoga kita senantiasa menjadi pionir kebaikan, memperoleh ampunan, serta meraih derajat yang tinggi dan mendekatkan diri kepada Allah. Amin.

 بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ؛ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا.

أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.  أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِىّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يا رَبَّ العَلَمِين.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Oleh Syafiqurrohman santri Mahad Aly Al-Khoirot malang

Untuk mengakses teks materi khutbah lainnya silahkan klik disini


Khutbah Jumat: Nikmat Allah Tidak Terhingga

Khutbah Jumat: Nikmat Allah Tidak Terhingga

Khutbah Jumat: Nikmat Allah Tidak Terhingga

Khutbah I

الحَمْدُ ِللهِ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ خَبَرًا، وَجَعَلَ لِكُلّ شَيْءٍ قَدَرًا، وَأَسْبَغَ عَلَى اْلخَلَائِقَ مِنْ حِفْظِهِ سَتَرًا. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ وَأَسْتَغْفِرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَرْسَلَهُ إِلَى النَّاسِ كَافَّةً عُذْرًا وَنَذْرًا. صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ، أَخْلَدَ اللهُ لَهُمْ ذِكْرًا وَأَعْظَمَ لَهُمْ أَجْرًا، وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ أَمَّا بَعْدُ .

فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنَوُا اِتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ, أُوْصِيْكُمْ وَاِيَّايَ أَوَّلًا بِتَقْوَى اللهِ تَعَالَى وَطَاعَتِهِ بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ قَالَ اللهُ تَعَالَى فيِ كِتَابِهِ اْلكَرِيْمِ: وَإِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللَّهَِ لَا تَحْصُوْهَاۗ اِنَّ اللَّهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ (١)

Kaum muslimin yang dirahmati Allah, segala puji bagi Allah Swt, zat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam senantiasa mengalir deras kepada baginda nabi Muhammad saw sebagai hamba dan utusan-Nya. Tak lupa juga salawat kami sapaikan kepada keluarganya, sahabat, taabi’in taabi’i al-Taabi’in dan kepada kita semua selaku umatnya. Aamiinn...

Pada kesempatan kali ini khatib ingin berwasiat pada diri sendiri khususnya dan para tamu Allah secara umumnya. Melalui ini, khatib ingin mengajak jamaah mari kita bersama-sama membangun serta meningkatkan kualitas keimanan kita dengan merawat perbuatan-perbuatan amal saleh sebagai bentuk kebutuhan seorang hamba kepada Allah Swt dan bekal kelak di hari akhir.

Khutbah kali ini khatib ingin mengangkat tema “Nikmat Allah Tidak Terhingga”. Sudah berapa banyak nikmat Allah yang diberikan kepada kita? Tentu hal ini tidak dapat dijawab secara logika manusia. Di dunia ini tidak ada satupun makhluk yang dapat menghitungnya. Sekalipun teknologi khusus. Sebagaimana firman Allah yang berbunyi:

وَإِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللهِ لَا تَحْصُوْهَاۗ اِنَّ اللهَ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ (١)

Artinya: “Jika kalian berusaha menghitung nikmat yang dikaruniakan Allah, niscaya kalian tidak akan dapat melakukannya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nahl: 18)

Wahai para tamu Allah yang berbahagia, ayat di atas menunjukan betapa luas dan benyaknya nikmat Allah yang ada di muka bumi ini. Dan, menunjukan bahwa pikiran manusia, logika manusia, perhitungan mereka sangat terbatas. Ia tidak akan mampu untuk mensyukuri seluruh anugerah Allah dengan layak. Oleh karena itu, jangan pernah menghitungnya, niscaya tidak akan ada alat ukur yang dapat menjangkaunya. Namun demikian, Anugerah dan kasih sayang Allah tentu lebih luas dari rasa syukur yang kita berikan.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Allah juga berfirman dalam ayat lain:

وَاٰتٰىكُمْ مِّنْ كُلِّ مَا سَاَلْتُمُوْهُۗ وَاِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَاۗ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كَفَّارٌ (٣٤)

Artinya: “Dia telah menganugerahkan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar sangat zalim lagi sangat kufur.”

Talaq bin Habib mengatakan dalam tafsir Ibnu Athiyyah

وَقَالَ طَلْقُ بْنُ حَبِيْبٍ: إِنَّ حَقَّ اللهِ تَعَالَى أَثْقَلُ مِنْ أَنْ يَقُوْمَ بِهِ اْلعِبَادُ، وَنِعَمُهُ أَكْثَرُ مِنْ أَنْ يُحْصِيَهَا اْلعِبَادُ. وَلَكِنْ أَصْبَحُوْا تَوَّابِيْنَ وَأَمْسُوْا تَوَّابِيْنَ

“Sesungguhnya hak Allah terlalu berat untuk dijalani oleh para hamba, dan nikmat-Nya terlalu banyak untuk dihitung, namun mereka menjadi bertaubat dan bertaubat.”

وَقَالَ أَبُوْ الدَّرْدَاءِ: مَنْ لَمْ يَرَ نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْهِ إِلَّا فِيْ مَطْعَمِهِ وَمَشْرَبِهِ فَقَدْ قَلَّ عِلْمُهُ وَحَضَرَ عَذَابُهُ

“Barangsiapa yang tidak melihat nikmat Allah atas dirinya kecuali makanan dan minumannya sungguh sedikit pengetahuannya dan datang siksaannya”

Melalui khutbah ini semoga kita termasuk golongan yang pandai bersyukur sebagai wujud penghambaan kita kepada Allah semata. Dan, semoga anugerah serta sifat Ghofur Ar-Rahim Allah selalu melimpah kepada kita. Aaminn.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فيِ القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنيِ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلْ مِنيِّ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْليِ هذَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ ليِ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah ke II

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ. عِبَادَ اللّٰهِ اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَائِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ

Oleh Fauzan Taqiyuddin, Bandung, santri Ma'had Aly Al-Khoirot Malang
Baca juga : Teks Materi Khutbah Jumat



ad2

Chord dan Lirik

Explore Indonesia